collapse
Share this topic on DiggShare this topic on FacebookShare this topic on GoogleShare this topic on MySpaceShare this topic on TwitterShare this topic on Yahoo

Author Topic: Mengenal Agama Buddha  (Read 87593 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1975 on: June 24, 2009, 04:27:22 PM »
Sambungan motivasi...

Mengapa saya katakan Buddha adalah MOTIVATOR yang luar biasa dalam hal memberi keteladanan PERJUANGAN, ini adalah mengenai  PERJUANGANNYA


PUNCAK DARI PERJUANGAN SEORANG MANUSIA BERNAMA PETAPA GOTAMA

Hari Besar Waisak mengingatkan kita pada tiga peristiwa besar yang terjadi dalam kehidupan Buddha Gotama; ketika beliau lahir sebagai putra mahkota dengan nama Siddhartha, ketika mencapai Penerangan Sempurna setelah menjalani kehidupan sebagai petapa selama enam tahun, dan mangkat dalam kesempurnaan (parinibbana) setelah membabarkan Dhamma selama empatpuluh lima tahun. Setiap tahun, di bulan Vesak atau sekitar bulan Mei, kita mengenang kembali peristiwa tersebut.

Di antara tiga peristiwa penting tersebut, pencapaian Penerangan Sempurna merupakan puncak dari PERJUANGAN seorang umat manusia. Dalam tahap ini, tidak ada lagi kelahiran dan kematian, tidak ada lagi tumimbal lahir. Buddha telah terbebas. Para pengikut Buddha telah mempraktikkan ajaran Beliau hingga mencapai kebebasan abadi; nibbana. Tiada lagi kelahiran dan kematian bagi mereka. Inilah yang menjadi cita-cita dan harapan semua umat Buddha.

Banyak di antara kita hanya mengetahui tentang PERJUANGAN petapa Gotama selama enam tahun di hutan Uruvella hingga mencapai Penerangan Sempurna. Sesungguhnya PERJUANGAN tersebut telah dimulai pada ribuan kehidupan silam. Ketika terlahir sebagai petapa Sumedha, Beliau menyatakan tekadnya untuk menjadi Buddha di depan Buddha Dipankara. PERJUANGAN berlanjut melewati lebih dari duapuluh Buddha hingga akhirnya terwujud ketika lahir di keluarga kerajaan Kapilavattu dengan nama Siddhartha.

Dalam setiap kelahiran, Beliau terus menerus melakukan kebajikan, melakukan perbuatan terbaik yang bisa dilakukan. Dalam cerita Jataka -- bagian dari kitab suci Tipitaka -- kita bisa mengetahui PERJUANGAN yang telah dilakukan, menyempurnakan sepuluh parami. Demikian panjang proses yang telah dilewati, semangat untuk terus berbuat baik hingga pada kehidupan yang terakhir.

Waisak bukan sekadar datang ke vihara atau tempat perayaan. Juga bukan sekadar membaca paritta suci, duduk bermeditasi, mendengarkan wejangan Waisak, berdana, dan seterusnya. Cobalah untuk berhenti sejenak, merenungkan kembali perjalanan PERJUANGAN panjang yang telah ditempuh oleh Petapa Sumedha hingga kehidupan terakhir sebagai Buddha Gotama. Sebuah perjalanan PERJUANGAN yang penuh dengan berbuat baik yang dilakukan dengan tulus ikhlas, bahkan dengan mengorbankan nyawanya sendiri.

Alangkah baiknya jika apa yang telah dilakukan oleh bodhisatta menjadi contoh dan teladan dalam kehidupan ini. Gunakan kehidupan dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan kebajikan yang kita miliki. Terus berbuat baik dalam kondisi apapun: berpikir yang baik, berucap yang baik, dan melakukan perbuataan baik melalui badan jasmani. Lakukan perbuatan baik yang bisa dilakukan tanpa menunda waktu, menunggu hari esok, atau menunggu hari tua. Berbuatlah baik sekarang dan saat ini.

Jadikan Dhamma yang telah diwariskan oleh Buddha Gotama sebagai pedoman hidup, sebagai kompas PERJUANGAN untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Berusaha untuk tidak melanggar latihan kemoralan (sila), berusaha untuk melatih pikiran dengan bermeditasi (samadhi), dan mengembangkan kebijaksanaan (panna). Tiga latihan yang saling berhubungan, saling berkaitan. Praktik sila yang baik akan meningkatkan latihan samadhi, yang selanjutnya akan meningkatkan kebijaksanaan.

Jalan yang kita tempuh masih panjang, mungkin lebih panjang dan lebih lama daripada yang ditempuh oleh Petapa Sumedha. Jangan melihat jalan panjang tersebut. Orang bijak mengatakan, semuanya harus dimulai dengan langkah pertama dan dilanjutkan dengan langkah berikutnya. Apakah anda berani untuk memulai LANGKAH PERTAMA ?

Buddha Gotama memberikan contoh keteladanan dalam PERJUANGAN. Makanya saya katakan Buddha adalah MOTIVATOR yang LUAR BIASA .

Semoga bermanfaat

Bersambung...


*Mengetahui Sumber/Asal Muasal Terbesar dari SEBAB PENDERITAAN. 
 
   
 

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1976 on: June 25, 2009, 10:47:27 AM »
Dari tulisan beberapa artikel di atas maka dapat disimpulkan bahwa untuk mengurangi penderitaan supaya kebahagiaan meningkat maka sangat dibutuhkan PERJUANGAN dengan TEKAD dan KEMAUAN yang mendukung. Dan yang paling penting kita mengetahui PEDOMAN atau PETUNJUK PELAKSANAANNYA. Apa yang menjadi PEDOMAN UTAMA untuk mencapai kebahagiaan tersebut, dan cara sederhana yang paling pertama untuk diketahui adalah memahami dan mengerti HAKIKAT PENDERITAAN tersebut. Bukan mencari kebahagiaan dulu, tetapi memahami kenapa ketidakbahgiaan, ketidakpuasan atau penderitaan muncul, jika kita mengetahui, merenungkan KEBENARAN SEJATI ini, maka KEBAHAGIAAN pasti muncul dengan sendirinya.

Di negara Barat sering dilakukan penelitian ilmiah mengapa manusia tidak bahagia atau menderita dengan menghabiskan anggaran yang lumayan besar dan waktu penelitian sangat lama yakni 30 tahun, ini adalah artikel mengenai PENELITIAN ILMIAH tersebut.

BAHAGIA BIKIN SEHAT DAN PANJANG UMUR. Ini jelas merupakan pertanda nyata kegagalan pasar dan ekonomi. Pada akhirnya, tanpa hal ini pun banyak orang merasa lebih bahagia.

Bersambung...

*Mengetahui Sumber/Asal Muasal Terbesar dari SEBAB PENDERITAAN.

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1977 on: June 25, 2009, 01:04:47 PM »
Antara Pernyataan dengan Kenyataan    Pemikiran Penuh Harapan Semata-mata

Manusia umumnya berpikir penuh harapan apa yang diinginkan semestinya tercapai atau terwujud. Hanya berpikir ataupun hanya sampai pada pengucapan bahwa diri seseorang menjadi kaya raya secara materi namun tanpa usaha dan perjuangan dalam sikap, maka hal ini dapat disebut hanya sebatas pernyataan tanpa ada kenyataannya.

Harapan Menikmati Buah yang Tidak Jelas

Keinginan dan harapan yang timbul dari pikiran terlalu cepat membayangkan buah atau hasil terlebih dahulu tanpa memikirkan langkah tindakan yang dapat mendatangkan buah atau hasil seperti yang diharapkan.

Dalam prinsip hukum alam langkah yang benar dalam prosesnya suatu hasil atau buah itu akan datang setelah melalui perbuatan menanam benih yang sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan, meskipun tidak diharapkan sekalipun, apa yang ditanam dan tentunya juga dirawat dengan baik pasti akan membuahkan hasil sesuai dengan benih yang ditanam. Jadi, bukan sesuatu yang tidak jelas, tiba-tiba bisa mendapatkan hasil tanpa perlu berusaha dan berjuang. Dalam hal ini, tidak terlalu perlu membuat pernyataan bahwa kita akan mendapatkan hasil yang seperti apa yang pada kenyataannya belum tentu bahkan yang nyata justru kenyataan itu tidak ada. Padahal dalam hukum Dhamma diajarkan, segala sesuatu di dunia ini tanpa perkecualian, semuanya harus dalam proses yang jelas bagaimana buah yang diharapkan itu bisa diperoleh harus bahkan wajib ditempuh cara-caranya dengan sebaik mungkin.

Menanam Perbuatan yang Negatif

Apabila mengajukan suatu pernyataan yang ternyata tidak demikian kenyataannya, maka hal ini akan jelas-jelas salah dan akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Tindakan demikian adalah negatif bagi semua pihak karena tidak ada keberuntungan apapun melainkan hanya kerugian.

Harus Segera Mengubah Pola Pikir

Berdasarkan pengalaman yang nyata-nyata pernah dialami sebelum-sebelumnya, kegagalan adalah guru yang paling baik untuk dijadikan pedoman. Mungkin ada yang perlu diubah dalam usaha dan tindakan yang ditempuh sebagai proses mencapai hasil. Mengubah suatu proses tentu harus dimulai dari cara berpikir. Mungkinkah pola pikir kita selama ini salah? Seharusnya kita perbaiki, seharusnya kita ubah, kita ganti dengan jalan berpikir yang baru.

Jika tadinya kita banyak berpikir tentang buah atau hasil terlalu dini tanpa memikirkan langkah-langkah yang harus ditempuh untuk meraih kesuksesan itu, dan cara itu adalah salah. Kita perlu berpikir berulang-ulang kali bagaimana langkah kita selanjutnya untuk tidak terus-menerus kegagalan itu berulang-ulang kali berdatangan kepada kita. Perlukah alur pikir kita yang harus diubah?

Apabila alur pikir diubah, yang tadinya terus-menerus memikirkan hasil dan kurang memikirkan cara kerja untuk mendapatkannya, diubah menjadi pemikiran yang benar bahwa bagaimana sebaik mungkin cara kerja dengan alur yang benar bisa ditempuh maka akan mendatangkan hasil yang sesuai.  

Terlepas Dari Ikatan Kesengsaraan PikiranBukan Janji Tapi Motivasi

Sebagaimana maksud dari isi Dhammapada tersebut di atas, dalam mengajarkan Dhamma kepada kita semua, Sang Tathagata (Buddha) tidak dengan mengumbar janji tetapi justru dengan memberikan pengertian dan motivasi yang benar bahwa setiap individu manusia (bahkan semua makhluk) harus berjuang sendiri masing-masing untuk menggali dan mencari kenyataan dari segala bentuk pernyataan, bahkan ajaran Sang Buddha sekalipun tidak dianjurkan supaya percaya begitu saja. Apa pun jalan yang ditunjukkan oleh Sang Buddha, Beliau hanya menunjukkan dan kita sendiri yang harus menempuh jalan itu sampai tiba di tujuan.  

Sang Buddha membuat pernyataan dan juga menunjukkan kenyataannya, bagaimana kenyataan yang ada demikian pula dibuat sebagai pernyataan (yatha vadi tatha kari, yatha kari tatha vadi). Akan tetapi, Sang Buddha jelas tidak pernah mengatakan janji-janji dalam bentuk pernyataan apa pun bahwa Beliau adalah juru selamat, akan menjadi juru selamat bagi siapapun. Beliau justru menunjukkan dan memotivasi kepada setiap individu supaya berjuang sendiri untuk mencapai apa yang diharapkan sebagai kenyataan.

Oleh: Bhikkhu Cittagutto Thera
(01 Februari 2009)


Tambahan artikel mengenal kesuksesan baik mengenai materi maupun spiritual/bathin tentu mengalami proses yang sama.

SUCCES PERSON

Adnan Khasogi, yang termasuk salah satu orang paling kaya di dunia, pernah ditanya oleh wartawan tentang rahasia suksesnya?
Khasogi menjawab "Good Decision.., Good Decision.., and Good Decision".

Wartawan itu lalu bertanya lagi, apa yang menyebabkan dia bisa membuat keputusan yang tepat tersebut?
Khasogi menjawab "Experiences.., Experiences.., and Experiences".

Wartawan itu masih penasaran, dan bertanya lagi, hal apa yang menyebabkan Khasogi mempunyai pengalaman?
Khasogi menjawab "Bad Decision.., Bad Decision.., and Bad Decision".


Semoga bermanfaat.

Bersambung...


Mengetahui Sumber/Asal Muasal Terbesar dari SEBAB PENDERITAAN.
« Last Edit: June 26, 2009, 10:57:07 AM by CHANGE »

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1978 on: June 26, 2009, 10:56:10 AM »
Sambungan...

Mengetahui sumber/asal muasal  terbesar dari PENDERITAAN.

Sebagai gambaran sederhana dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melakukan hal-hal yang seperti cerita dongeng dibawah ini, sadar dan tidak sadar kita SETIAP SAAT menimbum PENDERITAAN, sebelum membahas apa yang dikatakan SANG GURU AGUNG mengenai sumber penderitaan, coba simak cerita dibawah ini, jangan-jangan pola hidup kita seperti dibawah ini.

BUNGA CHERRY

Di suatu puri, hiduplah seorang bangsawan dengan putri tunggalnya yang jelita, bernama Manuella. Orang-orang biasa memanggilnya Putri Manu. Sejak kecil Manuella tidak memiliki ibu lagi. Ayahnya sangat menyayanginya. Segala KEINGINAN Manuella selalu dipenuhi. Ini membuat Manuella menjadi sangat manja. Semua yang ia inginkan harus ia dapatkan. Dan ayahnya belum pernah menolak KEINGINAN Manuella. Malah selalu segera mengabulkannya.

Salah satu kegemaran Manuella adalah berganti-ganti pakaian. Dalam satu hari ia dapat berganti pakaian empat sampai lima kali. Di kamarnya terdapat enam lemari pakaian yang indah. Namun ia belum merasa puas.

"Ayah, lemari pakaian Manu telah penuh. Buatkan lemari pakaian yang baru dan besar ya," pintanya pada suatu hari.

"Tentu anakku. Ayah akan segera memanggil tukang kayu terpandai di negeri ini. Dan menyuruhnya membuat lemari pakaian di sepanjang lantai atas puri ini."

"Oh Ayah! Manu tidak sabar menunggu lemari itu selesai. Dan mengisinya dengan pakaian-pakaian yang indah.

Ayahnya tertawa sambil memeluk Manuella dengan penuh kasih sayang. Dibelainya rambut anaknya yang berwarna keemasan. Begitulah kehidupan Manuella dari tahun ke tahun yang dipenuhi NAFSU KEINGINAN.

Pada suatu hari di musim semi, ayahnya berteriak-teriak memanggil Manuella.
"Manuella, kemari, Nak! Ayah ingin berbicara denganmu."

Seminggu lagi hari ulang tahun Manuella yang ke 17. Ayahnya akan mengadakan pesta besar untuknya. Anak-anak bangsawan dari berbagai negeri akan diundangnya.
Mendengar hal itu Manuella menari-nari gembira.

"Ayah, di pesta itu Manu ingin memakai gaun terindah. Dan ingin menjadi putri tercantik di dunia."
"Anakku, kaulah putri tercantik yang pernah Ayah lihat! Ayah akan segera mendatangkan para penjual kain. Juga memanggil penjahit terkenal untuk merancang gaun yang terindah untukmu"

Keesokan harinya datanglah para penjual kain dari berbagai negara. Mereka membawa kain-kain yang terindah. Manuella sangat gembira. Setelah memilih-milih, ia menemukan selembar kain sutera putih, seputih salju. Sangat halus dan indah luar biasa. Seorang penjahit yang terkenal segera merancang, mengukur dan menjahit gaun yang sesuai dengan keinginan Manuella. Manuella sangat puas melihat gaun barunya.
Segera dikenakannya gaun itu, lalu menari-nari di depan kaca. Rambutnya yang panjang terurai keemasan.

"Hm, kau sungguh putri tercantik di dunia. Setiap tamu akan kagum padamu nanti," gumam Manuella sambil meneliti apa lagi yang kurang pada penampilannya. Tiba-tiba ia sadar, tidak ada hiasan di kepalanya. Ia segera mencari ayahnya,

"Ayah, Manu perlu hiasan untuk rambut Manuella."

"Anakku, kenakan saja mahkota emasmu. Cocok dengan rambutmu yang keemasan," kata ayahnya.

"Akh, Manu bosan ayah.." jawab Manuella.

"Bagaimana kalau mahkota berlian? Ayah akan segera memesannya jika kau mau," bujuk ayahnya.

"Tidak, tidak! semua itu tidak cocok dengan baju dan rambut Manu" teriak Manuella.
"Oh..anakku..mutiara yang dikenakan ibumu ketika ia menikah dengan ayah sangat indah, kau boleh memakainya nak, ayah ambilkan "kata ayahnya dengan sabar.

"Tidak. Manu ingin yang lain yang terindah," katanya sambil berlari menuju halaman.
"Manuella, kembali anakku, sebentar lagi akan datang tamu-tamu kita" teriak ayahnya.

Tapi Manuella tak mau mendengar ayahnya, ia berlari ke halaman yang dipenuhi dengan pohon-pohon cheri, dimana bunga-bunganya yang putih bersih memenuhi setiap ranting-rantingnya, sehingga cabang dan rantingnya yang berwarna cokelat hampir tak tampak lagi.

Manuella berlari dari satu pohon ke pohon yang lain, dan tiba-tiba ia berpikir "Betapa indahnya bunga-bunga cheri ini, aku ingin merangkainya menjadi mahkotaku." Ketika tangannya akan meraih sebuah bunga, terdengarlah suara yang halus.

"Jangan sentuh kami, jauhilah kami. Kalau tidak, kami akan mengubahmu menjadi bunga!" Manuella menoleh ke kiri dan ke kanan, tapi ia tak melihat seorang pun. Ia berlari ke sebuah pohon yang lain, dan ketika ia akan memetik bunganya, terdengar lagi suara yang sama.

Dengan penuh kejengkelan berteriaklah Manuella sambil memandang pohon itu, "Hai, dengar! Tak ada seorang pun di negeri ini yang dapat melarangku, dan semua orang di negeri ini tahu, segala KEINGINANKU harus terpenuhi! Siapa yang berani melarangku?"

Tiba-tiba bertiuplah angin dan bersamaan dengan itu terdengarlah suara yang halus. "Dengar Manuella, TAK ADA SEORANG PUN DI DUNIA INI YANG BISA MENDAPATKAN SEGALA YANG DIINGINKANNYA. TIDAK JUGA ANDA ( termasuk KITA SEMUA menurut redaksi ) !

"Bohong, bohong, selama ini segala KEINGINANKU selalu dipenuhi, dan sekarang aku akan memetik bunga-bunga ini untuk mahkotaku, dan tak seorang pun berhak melarangku" teriak Manuella sambil menendang pohon-pohon disekitarnya.

"Kau akan menyesal Manuella, jika tidak kau jauhi kami"
Dan ketika tangan Manuella menyentuh sebuah bunga, berubahlah ia menjadi bunga, di antara bunga-bunga cheri yang lain yang ada di pohon itu. Ia menangis menyesali segalanya, tapi sudah terlambat. Ia melihat tamu-tamu berdatangan. Ia mendengar suara tawa tamu-tamunya, tapi ia tak dapat ikut serta. Ia menangis dan menjerit-jerit, tapi tak seorang pun mendengarnya untuk selamanya.

Pesan moral cerita dongeng ini :

Nafsu keinginan yang menyebabkan sumber penderitaan yang panjang.

Semoga Bermanfaat

Bersambung...
Apa yang dikatakan Sang Guru Agung mengenai sumber Penderitaan

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1979 on: June 26, 2009, 12:36:15 PM »
Apakah PENDERITAAN hanya milik golongan, suku, agama, dan lain lain tertentu.

Jawabannya TIDAK. PENDERITAAN adalah milik semua umat manusia ( semua makhluk ) makanya PENDERITAAN adalah UNIVERSAL ( tanpa syarat dan ketentuan ).

Artinya penderitaan ini berlaku untuk :
Kaya/Miskin, Pintar/Bodoh, Kuat/Lemah, Besar/Kecil, Anak-anak/Dewasa, Pria/Wanita, Sehat/Sakit, Buddhist/Non Buddhist, Negara A/Negara B, Ras A/ Ras B dan lain-lain apapun yang menjadi status kita sandang.

Mengapa PENDERITAAN tersebut dibahas,dipahami dan dipelajari, jawaban paling sederhana adalah karena semua manusia ( semua Makhluk ) menpunyai keinginan yang sama dan paling UTAMA yakni KEBAHAGIAAN, dengan memahami dan mengerti HAKIKAT PENDERITAAN tersebut terlebih dahulu, maka konsekuensi logis dari pemahaman dan pengertian mengenai PENDERITAAN memberikan JALAN menuju ke arah terbukanya pintu KEBAHAGIAAN. Tentu semua ini memerlukan KETERBUKAAN BATHIN DIRI SENDIRI untuk memahami dan mengerti, selama kita masih TERPASUNG oleh KEBODOHAN BATHIN, maka konsekuensi logisnya adalah PINTU KEBAHAGIAAN akan TERTUTUP untuk selamanya. Dengan menpelajari dan memahami hakikat PENDERITAAN, maka sebenarnya kita sedang membahas,mempelajari dan memahami ILMU PENGETAHUAN mengenai HAKIKAT HIDUP DAN KEHIDUPAN YANG SEBENARNYA.

Beberapa kalimat bermakna :

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka. Tetapi acapkali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang terbuka bagi kita.

Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan suatu kombinasi ilmu kebahagiaan.

Ilmu pengetahuan adalah sekotak harta karun, tetapi mempraktekkannya adalah kuncinya.

ASAL DUKKHA ( PENDERITAAN/KETIDAKPUASAN )
« Last Edit: June 26, 2009, 04:48:54 PM by CHANGE »

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1980 on: June 26, 2009, 03:46:58 PM »

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1981 on: June 27, 2009, 09:57:13 AM »
Untuk mengetahui,memahami dan mempelajari  lebih lanjut mengenai
KEBENARAN MULIA KETIGA : PENGHENTIAN  DUKKHA.
KEBENARAN MULIA KEEMPAT : JALAN MENUJU PENGHENTIAN DUKKHA.

Maka yang perlu dilakukan adalah BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR kemudian PRAKTEK, PRAKTEK dan PRAKTEKKAN oleh DIRI SENDIRI dalam kehidupan sehari-hari. Ingat pengalaman adalah guru terbaik.

Hidup ini memang penuh tantangan. Hidup tanpa tantangan bukanlah hidup dan kehidupan. Tantangan seharusnya membuat kita berkembang, bukan malah membuat kita mundur. Orang yang berani menghadapi tantangan adalah orang yang akan "S U K S E S" Orang yang menghindari tantangan adalah orang yang tidak akan mengerti kata "S U K S E S"

Maka tantangan bagi setiap manusia untuk mencapai KESUKSESAN dalam mengurangi PENDERITAAN dan mencapai KESUKSESAN dalam KEBAHAGIAAN, rumus sederhana adalah BELAJAR dan PRAKTEKKAN, dan memang dibutuhkan TEKAD untuk BERUBAH. Dan dimulai DIRI SENDIRI.

Dua artikel mengenai BELAJAR dan PRAKTEK

Kesabaran Belajar

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1982 on: June 27, 2009, 12:46:18 PM »
Ini ada satu bentuk keteladanan dari sebuah KISAH NYATA yang layak kita simak, bagaimana suatu bentuk PERJUANGAN yakni BELAJAR memberi makna hidup yang lebih berarti.  Kita sendiri yang harus memberi MAKNA HIDUP dan KEHIDUPAN., bukan orang lain atau siapa pun.

Sadarkah kita bahwa kita sendiri sering menciptakan awan mendung hidup dan kehidupan yang selalu menutupi bathin pikiran kita, dan setiap saat selalu menimbulkan HUJAN PENDERITAAN yang membasahi seluruh waktu dan masa kehidupan kita.

Sadarkah kita bahwa ini terjadi karena kita tidak pernah berani melewati, melepas atau melangkah keluar dari PIKIRAN YANG TERKONSEP oleh diri sendiri dan orang lain, memang untuk mengurangi penderitaan sangat diperlukan " K E B E R A N I A N " yang luar biasa untuk melepaskan ikatan KONSEP tersebut. Karena memang mengakhiri suatu bentuk PENDERITAAN dan mendapat suatu bentuk KEBAHAGIAAN memerlukan KEBERANIAN untuk MELEPAS semua kebenaran ke EGOA an diantara KEBENARAN SEJATI.

Apakah kita adalah tipe PEMBERANI atau PENGECUT ? Yang bisa menjawab adalah HANYA DIRI SENDIRI.

Maka keberanian ini dimulai dengan BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR.

Kisah Nyata ini cukup untuk memotivasi KEBERANIAN :


IMPIAN BELAJAR SAMPAI TUA

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah.

Ia menyapa, "Halo anak cakep. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh ( 87 tahun ). Maukah kamu memelukku?"

Saya tertawa & dengan antusias menyambutnya, "Tentu saja boleh!".

Diapun memberi saya pelukan yang sangat erat.
"Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih muda dan merasa tak bersalah seperti ini?" tanya saya berolok-olok.

Dengan bercanda dia menjawab, "Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian."

"Ah yang serius?" pinta saya. Saya sangat ingin tahu apa yang telah memotivasinya untuk mengambil tantangan ini di usianya.

"Saya selalu bermimpi untuk mendapatkan pendidikan tinggi dan kini saya sedang mengambilnya!" katanya.

Setelah jam kuliah usai, kami berjalan menuju kantor senat mahasiswa dan berbagi segelas chocolate milkshake. Kami segera akrab. Dalam tiga bulan kemudian, setiap hari kami pulang bersama-sama dan bercakap-cakap tiada henti. Saya selalu terpesona mendengarkannya berbagai pengalaman dan kebijaksanaannya.

Setelah setahun berlalu, Rose menjadi bintang kampus dan dengan mudah dia berkawan dengan siapapun. Dia suka berdandan dan segera mendapatkan perhatian dari para mahasiswa lain. Dia pandai sekali menghidupkannya suasana.

Pada akhir semester kami mengundang Rose untuk berbicara di acara makan malam klub sepak bola kami.
Saya tidak akan pernah lupa apa yang diajarkannya pada kami.

Dia diperkenalkan dan naik ke podium.
Begitu dia mulai menyampaikan pidato yang telah dipersiapkannya, tiga dari lima kartu pidatonya terjatuh ke lantai.

Dengan gugup dan sedikit malu dia bercanda pada mikrofon.
Dengan ringan berkata, "Maafkan saya sangat gugup.
Saya sudah tidak minum bir. Tetapi wiski ini membunuh saya.
Saya tidak bisa menyusun pidato saya kembali, maka ijinkan saya menyampaikan apa yang saya tahu."

Saat kami tertawa dia membersihkan kerongkongannya dan mulai,
"Kita tidak pernah berhenti bermain dan belajar karena kita tua; kita menjadi tua karena kita berhenti bermain dan belajar.

Hanya ada empat rahasia untuk tetap awet muda, tetap bahagia, dan meraih sukses.
Kamu harus tertawa dan menemukan humor setiap hari.
Kamu harus mempunyai mimpi.
Bila kamu kehilangan mimpi-mimpimu, kamu mati.
Ada banyak sekali orang yang berjalan di sekitar kita yang mati namun tidak mengetahuinya!"

"Sungguh jauh berbeda antara menjadi tua dan menjadi dewasa.
Bila kamu berumur sembilan belas tahun dan berbaring di tempat tidur selama satu tahun penuh, tidak melakukan apa-apa, kamu tetap akan berubah menjadi dua puluh tahun.

Bila saya berusia delapan puluh tujuh tahun dan tinggal di
tempat tidur selama satu tahun, tidak melakukan apapun, saya tetap akan menjadi delapan puluh delapan.

Setiap orang pasti menjadi tua.
Itu tidak membutuhkan suatu keahlian atau bakat.
Tumbuhlah dewasa dengan selalu mencari kesempatan dalam PERUBAHAN.


"Jangan pernah menyesal. Orang-orang tua seperti kami biasanya tidak menyesali apa yang telah diperbuatnya, tetapi lebih menyesali apa yang tidak kami perbuat.

Orang-orang yang takut mati adalah mereka yang hidup dengan penyesalan."


Rose mengakhiri pidatonya dengan bernyanyi "The Rose".
Dia menantang setiap orang untuk mempelajari liriknya dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya Rose meraih gelar sarjana yang telah diupayakannya sejak beberapa tahun lalu.
Seminggu setelah wisuda, Rose meninggal dunia dengan damai.

Lebih dari dua ribu mahasiswa menghadiri upacara pemakamannya sebagai penghormatan pada wanita luar biasa yang mengajari kami dengan memberikan teladan bahwa tidak ada yang terlambat untuk apapun yang bisa kau lakukan.

Ingatlah, menjadi tua adalah keharusan, menjadi dewasa adalah pilihan.

Semoga Bermanfaat
   

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1983 on: June 29, 2009, 10:28:12 AM »
Kadang-kadang  secara fisik kita menjadi bertambah dewasa dan tua, tetapi secara bathin atau mental kita seperti anak kecil, yang selalu memperebutkan permen, dan selalu selalu berargumen permen mana yang lebih enak  dan lebih mahal, padahal argumentasi permen tersebut tidak memberikan MANFAAT yang banyak untuk kita ( misalnya apakah gigi anak cepat rusak karena permen ). Dan memang yang perlu dilakukan adalah MEMPERTANYAKAN ( BUKAN ARGUMENTASI ) apa yang menjadi MANFAAT dari permen tersebut bagi kita, dan paling realitis adalah memperoleh MANFAAT dari PENGALAMAN mengunyah permen tersebut.

Oleh sebab itu BELAJAR MENJADI DEWASA itu sangat penting dalam mengapai KEBAHAGIAAN

Sehingga dalam BELAJAR, kita bukan hanya mendapatkan manfaat, tetapi yang paling penting adalah mendapatkan KEDEWASAAN dalam berpikir, berucap dan berbuat ( kebijaksanaan ).

Orang dewasa atau yang tua yang tidak dewasa, seperti yang dikatakan dalam syair Dhammapada Atthakhata ini :

Syair 152 (XI:7. Kisah Laludayi Thera)

Laludayi adalah seorang bhikkhu, yang bodoh dan sangat pelupa. Dia tidak bisa mengatakan sesuatu hal sesuai dengan situasi pada saat itu, walaupun dia telah berusaha mencobanya. Pada suatu kesempatan yang berbahagia dan menguntungkan, dia berbicara tentang kesedihan, dan pada kesempatan yang menyedihkan dia membicarakan kesenangan dan kebahagiaan. Di samping itu, dia tidak pernah menyadari bahwa dia telah mengatakan hal yang tidak sesuai dengan keadaan.

Ketika berbicara tentang hal ini, Sang Buddha berkata, "Seseorang seperti Laludayi, yang memiliki sedikit pengetahuan sama halnya seperti seekor lembu jantan."

Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 152 berikut :

Orang yang tidak mau belajar akan menjadi tua seperti sapi; dagingnya bertambah tetapi kebijaksanaannya tidak berkembang

Semoga Bermanfaat.


Kadang-kadang kita hanya belajar untuk menjadi tua ( gila hormat ), tetapi tidak belajar dewasa. Mungkin guru les yang mengajari adalah seperti contoh dibawah ini.


BELAJAR DARI KURA-KURA

Ada satu keluarga kura-kura memutuskan untuk pergi bertamasya. Dasar kura-kura, dari sananya memang sudah serba lambat, untuk mempersiapkan piknik ini saja mereka butuhkan waktu 7 tahun. Akhirnya keluarga kura-kura ini meninggalkan hunian mereka, pergi mencari tempat yang cocok untuk kegiatan piknik mereka.

Baru ditahun kedua mereka temukan lokasi yang sesuai dan cocok!

Selama enam bulan mereka membersihkan tempat itu, membongkari semua keranjang-kura perbekalan piknik, dan membenah-susuni tempat itu. Lalu mereka baru sadar dan lihat bahwa mereka lupa membawa garam. Waduh, sebuah piknik tanpa garam? Mereka serempak setuju dan berteriak itu bisa menjadi bencana luar biasa.

Setelah panjang lebar berdiskusi, kura termuda yang diputuskan terpilih untuk mengambil garam di rumah mereka. Meskipun ia termasuk kura tercepat dari semua kura-kura yang lambat, si kura kecil ini merengek, menangis dan me-ronta-kura dalam batoknya. Ia setuju pergi tapi dengan berdasarkan satu syarat: bahwa tidak satu pun boleh makan sampai ia kembali.

Keluarga kura itu setuju dan si kura kecil ini berangkatlah.

Tiga tahun lewat dan kura kecil itu masih juga belum kembali. Lima tahun, enam tahun, lalu memasuki tahun ketujuh kepergiannya, kura-kura tertua sudah tak tahan menahan laparnya. Ia pun mengumumkan bahwa ia begitu lapar dan akan mulai makan dan mulai membuka rotinya.

Pada saat itu, tiba-kura muncul si kura-kura kecil dari balik sebatang pohon dan berteriak: "Lihat tuhhh!! Benar, kan!? Aku tahu kalian memang tak akan menunggu. Achhh, kalau begini caranya aku nggak jadi pergi mengambil garam."

Sebagian dari kita memboroskan waktu sekedar cuma menunggui sampai satu SOSOK LAIN memenuhi harapan kita. Sebaliknya, kita begitu kuatir, prihatin, sering malah terlalu memerdulikan apa yang dikerjakan orang lain sampai-sampai dan malahan kita cuma berpangku tangan tanpa berbuat apa pun. Kita acap menjadi kura-kura, tanpa menyadarinya.

Semoga Bermanfaat

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1984 on: June 30, 2009, 10:12:11 AM »
Manusia baik adalah manusia yang tahu kesalahannya, yang kemudian BELAJAR memperbaikinya.

Manusia yang buruk adalah manusia yang tahu kesalahannya namun tidak mau BELAJAR memperbaikinya.

Manusia yang bodoh adalah yang tidak tahu kesalahannya sendiri dan tidak mau BELAJAR merubah dirinya sendiri.

Jadilah manusia yang terbaik yaitu yang dapat BELAJAR memberikan manfaat untuk orang lain dan diri sendiri


Anak Penggembala dan Serigala

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1985 on: June 30, 2009, 03:04:38 PM »
Ini adalah contoh cerita mengenai PIKIRAN YANG TELAH TERTUTUP oleh konsep kebenaran yang ter doktrin oleh diri sendiri baik karena pengalaman hidup maupun pengetahuan yang telah diketahuinya. Sehingga semangat untuk BELAJAR kebenaran sejati telah tertutup.

 Memegang Kebenaran

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1986 on: June 30, 2009, 03:30:28 PM »
Tentu kita semua mengharapkan supaya hidup dan kehidupan berkembang ke arah positif, maka yang paling penting dilakukan adalah UBAH DIRI SENDIRI, tentu ada 2 keputusan yang bijaksana yang dapat dilakukan,

Pertama : BELAJAR DARI KESALAHAN DIRI SENDIRI, cukup banyak artikel yang telah diposting sebelumnya mengenai ini .

Kedua : BELAJAR DARI KESALAHAN ORANG LAIN, beberapa artikel mengenai ini juga telah diposting sebelumnya, intinya adalah setiap objek di luar diri sendiri adalah OBJEK NETRAL ( GURU NETRAL ), tugas kita adalah mengambil pelajaran dan hikmah yang baik saja :

1.   Guru negative, tugas kita adalah menghindari perilaku tersebut dan tidak mencontohnya.
2.   Guru positive, tugas kita adalah mencontoh dan mengembangkan perilaku tersebut sebagai standart moral hidup sehari-hari 

Pandangan bagaimana kita belajar kesalahan untuk menemukan KEBENARAN SEJATI.

BELAJAR DARI KESALAHAN ORANG LAIN

Sumber oleh Jennie S. Bev

Salah satu premis buku-buku yang saya tulis adalah bagaimana mempermudah hidup seseorang hanya dengan membaca. Buku-buku how-to, bisnis, dan motivasi yang telah saya terbitkan, semua mempunyai premis yang tidak mengenal batas-batas budaya dan geografis.

Lantas, mengapa membaca? Karena, dengan membaca tulisan-tulisan yang bermuara dari pengalaman pribadi penulisnya, kita bisa mempelajari kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan mereka sehingga kita tidak perlu mengulanginya. Jelasnya, dengan membaca kita diberi kesempatan untuk test drive dengan simulator secara cuma-cuma, tanpa perlu mengalami kepahitan hidup seperti yang mereka alami. Cukup dengan menerima informasi dengan hati terbuka dan pikiran yang siap menyerapnya, kita mestinya sudah bisa belajar dari kesalahan orang lain.

Lantas, apakah hanya dengan membaca? Jelas tidak. Setiap saat indera kita bekerja, kita sedang belajar dari Universitas Kehidupan. Saya dan Anda, kita semua, dalam setiap detik mengalami pembelajaran baik secara sadar maupun tidak sadar. Apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan, adalah materi pembelajaran.Ya, bukan saya yang cacat, namun pikiran saya.

Bagaimana saya belajar ulang atas buku kehidupan yang sudah separuh jalan ini (dengan asumi usia normal manusia 70 tahun)? Mudah saja. Refleksi seperlunya dan lakukan secara pragmatis. Jangan libatkan perasaan. Kalau dilibatkan pun, usahakan seminimal mungkin.

Pertama: Setiap solusi pasti ada pemecahannya yang berasal dari pemikiran jernih saat ini juga. Kedua: Membandingkan masalah kita dengan masalah orang lain yang serupa.
Dari pergaulan sehari-hari dan memperhatikan bagaimana anggota keluarga kita menjalankan kehidupan, kita bisa dengan mudah membandingkan suatu situasi yang kita alami dengan bagaimana cara mereka memecahkan masalah.

Tujuannya bukanlah untuk mengikuti cara mereka dalam memecahkan masalah. Namun, untuk melihat secara obyektif bagaimana suatu pemecahan masalah membawa dampak jangka panjang. Misalnya, seorang ibu yang suka memukul anaknya. Dalam benaknya sudah tertanam anggapan bahwa itulah cara terbaik dalam mendidik anak yang sedang bermasalah atau sedang nakal-nakalnya. Lantas, ketika si anak itu sudah mempunyai anak sendiri, cara itu pula yang ia gunakan untuk mendidik anaknya. Ini cara yang salah karena ia tidak melihat dampak jangka panjang dari memukul anak ini secara obyektif. Malah, ia mengulangi luka-luka lama.

Intinya, kita mesti dengan jeli melihat bagaimana orang lain bertindak, mengamati dampak dari perbuatan tersebut, dan mengambil sarinya untuk kepentingan kita sendiri, terutama dalam memecahkan masalah. Jika cara pemecahan masalah tersebut kelihatan overacting, seperti si ibu yang gemar memukul tadi, renungkan cara lain yang lebih kena tanpa menggunakan kekerasan.

Ciri-ciri pemecahan masalah yang salah pun perlu diidentifikasi. Apa saja ciri-cirinya? Antara lain adalah terlalu berlebihan, terlalu rumit, dan terlalu mementingkan pandangan sendiri tanpa melibatkan persepsi orang lain. Anda pasti bisa tambahkan lagi ciri-ciri lainnya apabila mampu melihat dengan obyektif dan saksama bagaimana orang-orang di sekeliling Anda memecahkan masalah.

Idealnya, suatu masalah dipecahkan dengan solusi yang berasal dari hati nurani, dari pemikiran yang obyektif serta jernih. Jangan memperpanjang dan memperumit masalah. Pilah-pilah masalah besar menjadi masalah-masalah liliput yang bisa diterjang dalam satu kali hempasan. Belajar dari kesalahan orang lain, jadikan itu menjadi bagian kita, namun pilih pemecahan yang terbaik dalam situasi kita sendiri.

Hidup itu simpel saja, kok! Ada banyak simulator `gratis' yang bisa memperkenalkan kita kepada begitu masalah yang belum kita alami. Test drive your life dengan menggunakan kesalahan orang lain sebagai bahan pembelajaran. Dan, itulah rahasia sukses saya dalam menghadapi setiap masalah.


Semoga Bermanfaat

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1987 on: July 01, 2009, 09:46:32 AM »
Selain belajar dari kesalahan dari diri sendiri dan belajar dari kesalahan orang lain, maka kita juga bisa belajar dari buku-buku yang bermanfaat dan berkualitas. Belajar, belajar dan belajar adalah bagian dari PERJUANGAN yang harus diperjuangkan :

Ini adalah artikel mengenai  PERJUANGAN dari BELAJAR membaca buku yang bermanfaat dan berkualitas.

Pentingnya Belajar Dengan Baik

Ada seorang guru swasta, dia menempuh perjalanan seorang diri di tengah malam, tiba-tiba menjumpai teman yang telah meninggal. Karena biasanya dia bernyali besar, maka diapun tidak takut.

Dengan kemauan sendiri dia bertanya kepada temannya yang sudah meninggal ini, "Anda sekarang ini hendak kemana ?" Teman-nya menjawab, "Saya sekarang menjadi petugas di alam baka, sekarang hendak pergi menangani urusan di selatan desa, kebetulan kita berdua searah."

Guru swasta ini lalu berjalan bersama temannya, ketika melewati sebuah rumah lama, petugas alam baka itu berkata, "Di dalam rumah ini tinggal seorang terpelajar yang berbudi luhur dan berwibawa tinggi!"

Guru swasta itu lalu bertanya, "Bagaimana Anda bisa mengetahui bahwa di dalam rumah ini tinggal seorang terpelajar yang berbudi luhur dan berwibawa tinggi?"

Petugas alam baka itu menjawab, "Orang yang masih hidup, pada pagi hari karena sibuk dengan urusannya, maka inteligensinya tertutupi.

Sampai pada malam hari ketika dia tidur, dan tidak berpikiran apa pun, maka Yuanshennya (jiwa/spirit/semangat primanya) akan nampak keluar."
"Jika dia biasa membaca buku yang baik, seperti Lun Yu dari Kong Zi, Li Sao dari Qu Yuan, Shi Ji dari Si Ma Qian, Fo Fa ( Buddha Dhamma ) dan lain-lain, maka setiap huruf yang memancarkan cahaya, akan memancar keluar dari ratusan titik akupunturnya, beraneka warna dan indah cemerlang."

"Yang paling tinggi bisa berebut kilau dengan bulan dan bintang. Yang agak kurang, cahayanya bisa mencapai beberapa puluhan meter, lebih rendah lagi, cahayanya hanya bisa mencapai beberapa meter. Menurut urutan, yang paling rendah, sinar cahayanya kecil bagaikan sinar dari kunang-kunang atau lampu kecil, hanya menerangi ruangan.

Pemandangan seperti ini, tidak bisa terlihat oleh orang biasa, tetapi hantu dan dewa bisa melihatnya.

Guru swasta ini bertanya lagi kepada temannya, "Saya membaca buku sudah selama hampir lima puluh tahun, ketika saya tidur nyenyak pancaran sinar saya seberapa tinggi?" Petugas alam baka tersebut agak ragu untuk sejenak, lalu dia menjawab, "Saya kemarin lewat di depan rumah Anda. Anda sedang tidur siang. Anda membaca buku memang sangat banyak tetapi yang bermutu sangat sedikit."

"Kebanyakan buku-buku yang Anda baca adalah jenis-jenis buku yang sesuai zaman, yang hanya untuk mencari keuntungan pribadi serta buku-buku hobi yang melemahkan tekad untuk maju. Setiap huruf-hurufnya berubah menjadi asap hitam, menyelubungi rumah, seperti di dalam kabut awan yang tebal, sama sekali tidak terlihat sinar cahayanya."

Setelah mendengar kata-kata ini, guru swasta itu bukannya memeriksa diri dengan penuh kerendahan hati ( merasa tidak bersalah ), sebaliknya dia dengan murka mencela temannya itu. Petugas alam baka itu tidak hendak bertengkar dengan dia, ia hanya tertawa dan menghilang.

PIKIRAN manusia sama seperti sebuah penampungan, bila ke dalamnya diisi dengan benda apa, maka ia akan menjadi benda itu. Karena itu harus selektif dalam membaca buku maupun menonton film. Usahakan banyak membaca buku-buku yang baik, dan jangan membaca buku-buku yang tidak baik serta yang tidak bermanfaat.

Juga jangan menonton film-film yang penuh kekerasan dan tidak mendidik. Untuk menjaga kemurnian jiwa dan pikiran, maka banyak membaca buku yang baik, dipercaya dapat melenyapkan karma, dan menambah substansi putih pada diri kita. Orang tersebut juga akan berubah menjadi orang yang berbudi luhur. Jika dipandang dari dimensi lain, maka orang tersebut akan memancarkan cahaya yang luar biasa.

Jika terlalu banyak membaca buku yang tidak baik, maka benda-benda tidak baik juga akan banyak terisi ke dalam PIKIRAN, dan orang tersebut juga akan berubah menjadi orang jahat.

Orang yang mempunyai kemampuan bathin (mata ketiganya terbuka), maka ia dapat melihat pancaran yang dikeluarkan oleh orang tersebut adalah hawa hitam pekat yang jahat. Tentu tidak ada ruginya bila kita waspada.


Semoga Bermanfaat.
 

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1988 on: July 01, 2009, 12:03:33 PM »
Pernahkan kita pernah mendengar penyakit yang menjangkit orang yang malas atau tidak mau belajar, dalam arti yang tidak MEMPERJUANGKAN hakikat hidup dan kehidupan yang sebenarnya.

Nama jenis penyakit tersebut adalah :

STUPID DISEASE

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1989 on: July 02, 2009, 09:22:46 AM »
Dari artikel di atas, sadarkah kita bahwa kita mungkin merupakan salah satu PASIEN yang harus dirawat di RS KESADARAN karena penyakit goblok yang kronis, atau mungkin jika ada dokter yang mendiagnosa, mungkin kita akan divonis telah berada distadium semi final ( belum final ), karena memang ada obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut, dan yang paling pertama resepnya dokter adalah BUKA PINTU HATI SELEBAR-LEBARNYA alias BERPIKIRLAH SECARA JERNIH DAN OBJEKTIF.

Dalam sutta ada perumpanaan terhadap orang yang berpenyakit goblok.

SI BUTA MERABA GAJAH

Dalam kitab suci Maha Parinirvana Sutra ada tercatat seorang Maha Raja yang kepada menterinya berkata:"Bawakan seekor gajah besar untuk diperlihatkan kepada orang buta.

Penglihatan mereka pasti mengandalkan kedua tangannya." tak berapa lama kemudian gajahpun dibawa. Para tuna netra benar-benar meraba gajah itu dengan kedua belah tangan mereka. tangan mereka terus meraba......meraba..... sebentar, kemudian Sang Raja memanggil mereka, "gajah yang kalian raba itu sebenarnya berbentuk apa?

Mereka yang sempat memegang taring gajah maka ia menggambarkan bentuk gajah seperti lobak besar dan kasar.

Yang satu lagi melukiskan bentuk gajah ibarat alat penampi beras karena ia meraba telinga gajah.

Orang ketiga melukiskan gajah bagaikan batu penggiling beras, ternyata yang dia pegang adalah kaki gajah.

Yang lain mengatakan gajah tak ubahnya seperti tempat tidur dan besar karena ia meraba pantat gajah.

Orang kelima menuturkan bentuk gajah sebenarnya seperti kendi karena dia meraba perut gajah.

Yang berikutnya menyentuh ekor gajah, maka digambarkan gajah itu seperti seutas tali.

Singkatnya, masing-masing mengeluarkan komentar mereka berdasarkan posisi gajah yang mereka raba. apa yang mereka lukiskan hanya merupakan bagian-bagian dari gajah tersebut.

PENJELASAN:
Dari cerita ini kita dapat mengambil hikmah agar tidak seperti sibuta yang hanya memperoleh sebagian kecil dengan meraba gajah hingga tidak memperoleh kenyataan menyeluruh. suatu tindakan keliru dan lari dari realitas yang ada bahkan kadang bisa memperumit permasalahan. lihatlah ke dalam diri kita sendiri, berhati-hatilah mencari sang kebenaran melalui realitas agar tidak mengundang lelucon hingga menyingkapkan tabir kebutaan kita.

Maka PERJUANGAN adalah yang paling penting dalam hidup ini. Dengan BELAJAR, BELAJAR dan BELAJAR kita akan mendapatkan PENGERTIAN-PENGERTIAN yang membuat kita TERCERAHKAN.

Karena PENGALAMAN-PENGALAMAN HAKIKAT HIDUP DAN KEHIDUPAN diperoleh dari PENGERTIAN yang sebenarnya atas KEBENARAN SEJATI ( BUDDHADHAMMA ).

Semoga Bermanfaat


Apa yang dikatakan Sang Guru Agung yang membimbing kita KE ARAH KEBENARAN SEJATI :

Buddha Says : "Hidup = Tidak Kekal , Hidup = Perjuangan" Bekal menghadapi ketidak kekalan.. Setiap manusia berjuang untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Umat Buddha berjuang untuk mencapai tujuan terakhir, yaitu kebebasan mutlak atau Nibbana. Namun, dalam perjuangan untuk mencapai tujuan terakhir itu, umat Buddha hendaknya tidak mengabaikan moral atau sila. Sebab, dengan mengabaikan moral atau sila, tujuan perjuangan itu menjadi terhambat. Umat Buddha seyogyanya melaksanakan sila atau kelakuan bermoral itu dengan sebaik-baiknya, sehingga selamat dan dapat mencapai tujuan perjuangan tersebut.

Selanjutnya, dalam menghadapi kehidupan yang tidak kekal itu, umat Buddha seyogyanya berjuang melakukan hal-hal sebagai berikut :

- Memiliki cara berpikir Buddhistis
- Melepaskan kemelekatan terhadap segala sesuatu
- Menggalang hubungan yang baik.
- Melakukan kebaikan dan mengikis keburukkan sekarang juga.

Sebenarnya apa yang kau sekarang kerjakan mencerminkan kamu. apabila kamu hanya setiap hari mementingkan kehidupan dunia fana / duniawi saja maka kamu akan menjadi fana juga seperti dunia.

Jika yang engkau kerjakan adalah tugas Nurani engkau adalah Buddha.

Bukan kematian yang menentukan kamu lahir dialam mana. Jadi apabila sekarang apa yang kamu kerjakan adalah mencerminkan kamu lahir dialam apa nantinya.

Engkau adalah apa yang engkau kerjakan

Semoga Bermanfaat.


BELAJAR PENGERTIAN...


 

Offline Madagascar

  • L'Ters Elder
  • ***
  • Posts: 697
    • View Profile
  • Agama: Zen
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1990 on: July 02, 2009, 10:05:50 AM »
Om, Tante, Pak, Bu, Mas, Mbak, Ko, Ci, Nyo, n Nik saya mau tanya nih...
Tripitaka ma Parita itu sama pa beda yah?
" Jiwaku mendahului dan membawaku ke tempat yg tak ku ketahui mencari sesuatu di luar pemahamanku.... "

* Aku merasa asing di dunia ini, ingin mencari sesuatu di luar pemahamanku.... *

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1991 on: July 02, 2009, 02:19:48 PM »
Menyambung tulisan diatas, sering kita juga bertanya

Pertanyaan sederhana yang akan saya pertanyakan, jika saya harus belajar suatu AJARAN maka saya harus bertanya bagaimana cara seharusnya BELAJAR yang terbaik, apa yang menjadi manfaatnya jika saya harus menyakini suatu ajaran tersebut. Tentu yang paling tidak apakah kita MENGERTI apa yang ingin disampaikan.

Ini merupakan suatu artikel wejangan yang ditanyakan oleh seorang umat kepada Bhikkhu Senior, yang hampir sama seperti yang akan saya pertanyakan, mungkin sebagai sharing saja.

Sikap Seorang Umat.

oleh: YM. Sri Pannavaro Mahathera

Prolog :
Bagaimana menjadi umat Buddha yg baik? Apakah yg harus diperhatikan dan dilakukan? Pertanyaan yg sederhana dan sering ditanyakan oleh seseorang yg tertarik kepada Agama Buddha.

Jawaban :

Menjadi umat Buddha, syarat yg pertama sekali, bukan harus bisa membaca paritta dalam bahasa Pali, yg mungkin sukar untuk dibaca pertama kali. Bukan pula harus mempunyai altar dengan patung Buddha yg indah dirumah. Meskipun membaca paritta dan punya latar adalah suatu hal yg sangat baik. Yang pertama kali harus dilakukan adalah HARUS SIAP DAN BERANI MENGUBAH CARA BERFIKIR. Seorang umat Buddha akan ditandai dgn cara berfikir yg Buddhistis -- cara berfikir Dhamma -- adalah kita dihadapkan pada kenyataan yg 'telanjang' yg terus terang; kenyataan itu sering tidak cocok dgn selera kita. Namun dengan menghadapi kenyataan dengan APA ADANYA ini akan membuat kita menjadi dewasa dan bijaksana. Satu contoh, kalau kita mengidap penyakit, maka seorang umat Buddha harus mau mengakui bahwa diri kita sakit. Dhamma mengajak kita untuk melihat kenyataan hidup dengan apa adanya, dengan terus terang, TANPA SCREEN atau TABIR. Oleh karena itu, meskipun berat & pahit, kalau kita mau melihat kenyataan dan menerima kenyataan, maka kita akan berfikir secara dewasa dan sikap kita akan menjadi sikap yg bijaksana. Menutupi penyakit adalah sikap yg kekanak-kanakan; karena itu sikapnya, tindakannya, perbuatannya kemudian tidak akan bijaksana. Sehingga perbuatannya akan menghancurkan dirinya sendiri. Inilah gunanya beragama, terutama mengenal Dhamma. Kita ditantang, diminta kesanggupan kita -- BUKAN hanya kesanggupan untuk menyumbang vihara. BUKAN! BUKAN pula kesanggupan untuk menghafal paritta. Tetapi kesanggupan untuk MENGUBAH CARA BERFIKIR dan kesanggupan untuk BERANI MELIHAT KENYATAAN SEBAGAIMANA ADANYA; sehingga sikap, tindakan & prilaku kita menjadi dewasa dan bijaksana.

Agama Buddha tidak anti materi, tidak menginginkan saudara hidup melarat, cukup pakai cawat kulit kayu, makan nasi-garam, selesai. TIDAK PERNAH ada ajaran agama Buddha yg demikian. Tetapi yg diminta oleh agama Buddha adalah BAGAIMANA PANDANGAN SAUDARA DALAM MEMANDANG UANG & MATERI ITU. Kalau pandangan saudara dalam memandang uang & materi sama dengan sebelum saudara menjadi umat Buddha, maka saudara bukan umat Buddha. Karena umat Buddha ditandai cara berfikir yg sesuai Dhamma. Agama Buddha tidak menganggap uang, materi, kendaraan, rumah, tanah itu adalah jelek, kotor dan dosa.TIDAK SAMA SEKALI! Karena materi & uang adalah NETRAL. Sama seperti LISTRIK, bukan suatu yg penuh cinta kasih, tetapi juga bukan sesuatu yg kejam. Listrik bisa membakar rumah, membunuh manusia, tetapi bisa pula menerangi kita, membangkitkan mesin. Kalau saudara memandang uang, materi, rumah, mobil dan sebagainya itu bukan sebagai kekayaan atau sebagai milik melainkan sebagai alat untuk menyejahterakan keluarga, alat untuk melakukan kebaikan yg lebih banyak dalam kehidupan ini, maka itulah cara berfikir umat Buddha.

Semua orang senang akan kesenangan, kebahagian -- termasuk saya. Tetapi merupakan selera atau keinginan manusia kemudian untuk mengukuhi, menggenggam kesenangan dan kebahagiaan menjadi miliknya untuk selama-lamanya. Dan menurut kenyataan, hal itu adalah SESUATU YG TIDAK MUNGKIN. Kalau saudara sudah siap mengubah cara berfikir bahwa memang segala sesuatu didunia ini adalah tidak kekal -- kebahagiaan maupun kepuasan adalah tidak kekal, demikian juga dengan problem, kesulitan, kesedihan adalah tidak kekal. Maka saudara sudah harus siap menghadapi dunia ini dengan segala perubahannya. Adalah orang yg paling kecewa didunia ini yang menganggap segala sesuatu didunia ini adalah kekal atau abadi. Adalah orang yg paling tidak bahagia didunia ini yg mengukuhi segala sesuatu yg menyenangkan karena segala sesuatu itu adalah PERUBAHAN.

Mengubah cara berfikir seperti ini amatlah membantu. Sikap memandang dunia ini atau menanggapi segala sesuatu dengan jelas, benar & sesuai dengan kenyataan adalah sesuatu yg amat membantu. Ini lebih berharga daripada saudara mempunya macam-2 benda pusaka. Pusaka yang bisa dimasukan kedalam pikiran itulah yg paling berharga.
PUSAKA PENGERTIAN yg sesuai dengan kenyataan. Dan untuk itu saudara dituntut untuk siap mengubah sikap berfikir saudara semula. Sekali lagi, memang belajar melihat kenyataan dengan terus terang ini adalah berat. PAHIT! Karena tidak sesuai dengan selera atau kehendak kita. Selera kita menginginkan kenikmatan, kesenangan, kebahagiaan yg senantiasa dan terus menerus. Tetapi itu adalah tidak mungkin! Amat berat untuk menerima kenyataan kalau itu sudah berubah. Tetapi itulah kenyataan. Kalau saudara berani menghadapi kenyataan itu LUAR BIASA!

Bagaimana agar menjadi BERANI ? Harus siap mengubah cara berfikir yg sesuai kenyataan. Sekarang jangan lagi menganggap segala sesuatu itu abadi, kekal -- termasuk penderitaan, kesulitan, problem -- karena semuanya tidak kekal. Sekarang jangan lagi menganggap bahwa hidup adalah untung2an, pemberian atau hadiah. Tetapi mulai sekarang harus menganggap bahwa HIDUP ADALAH PERJUANGAN. HIDUP INI ADALAH TIDAK KEKAL. Kita harus melihat kenyataan itu, sehingga kita tidak diputar-putar didalam perubahan yg tidak kita kehendaki. Kita harus menjadi dewasa sehingga kita menjadi bijaksana.

Tantangan bagi kita adalah BAGAIMANA KALAU KITA MENGHADAPI PERSOALAN atau PROBLEM. Karena lingkungan, kolega, pekerjaan, pasangan, anak-2 kita tidak akan selamanya cocok dengan selera atau kemauan kita. Suatu saat kalau lingkungan tempat kita bergantung sudah tidak bisa menyenangkan kita lagi, maka habislah kita. Saudara merasa kebahagiaan saudara dirampok. Kalau masih 1 atau 2 problem dan saudara masih punya kenikmatan dibidang lain, maka tidak ada persoalan. Tetapi kalau problem itu datang bertubi-tubi dan bersamaan, semua tempat saudara bergantung tidak dapat memuaskan saudara, habislah kebahagiaan saudara. Seperti digoreng habis-habisan. Mampukah saudara bertahan? Kalau saudara mempunyai simpanan didalam batin, saudara akan bisa bertahan. "Andaikata lingkungan sudah tidak bisa lagi sesuai dengan selera saya, saya masih mempunyai kesenangan dan kebahagian batin." Dengan demikian saudara akan bertahan.

Darimanakah kita bisa mendapatkan kebahagiaan batin? Yakni dari PENGETAHUAN MENGENAI HAKIKAT KEHIDUPAN INI SEBAGAIMANA ADANYA, dan melakukan kebaikan. Inilah gunanya melakukan kebaikan. Saya tidak bicara kalau berbuat baik, akibat karmanya begini-begitu tetapi kebajikan itu akan menjadi simpanan batin. Tidak terasa -- seperti anda menabung di bank. Mungkin saudara berkata "Apa gunanya sih menabung, mengurangi jatah?" Tetapi nanti kalau saudara tiba pada keadaan yang sangat menyulitkan, saudara baru bisa merasakannya. Inilah keuntungannya orang menabung berbuat baik. Maka anjuran saya, permintaan saya, cobalah saudara menabung. Menabung didalam batin saudara. Untuk suatu saat kalau saudara jatuh dalam kesulitan, saudara mampu tetap bertahan, punya daya tahan yg saudara bangun sendiri. Tidak ada orang yg menghadiahkan daya tahan, kesabaran, kekuatan dll. Semua itu harus DILATIH, DITUMBUHKAN & DIKEMBANGKAN didalam diri, oleh diri sendiri, sebagai kekayaan pribadi didalam.

Inilah ajaran agama Buddha. Memang tidak simple atau Mudah. Ajaran agama Buddha itu tidak menawarkan 2 alternatif: PERCAYA ATAU TIDAK ! Agama Buddha tidak sesimpel itu. Tetapi saudara dituntun seperti orang yg buta, lalu diobati, dibimbing pelan-2, bagaimana untuk menghadapi kehidupan ini, supaya bisa berdiri diatas kaki sendiri. Sulit Memang! Hasil-2 besar yg ada didunia ini bukanlah suatu kebetulan. Orang-orang besar yg bisa menemukan penemuan besar -- spritual atau material didunia ilmu -- tidak ada yang kebetulan. Semua itu adalah PERJUANGAN.

. Kalau saya ditanya, "Bhante menjadi umat Buddha itu bangganya apa?" Apakah karena viharanya yg besar ? Kebaktiannya rapi ? BUKAN ! Saya bangga menjadi umat Buddha karena saya mempunyai wawasan yg luas. Saya tidak sekedar ditawarkan OK atau TIDAK. YES or NO. PERCAYA atau TIDAK. Bukan itu. Tetapi saya disodorkan PENGERTIAN. Kalau saya mengerti, saya akan percaya. Bukan dibalik "Kalau anda percaya, anda akan mengerti" Tidak demikian. Tetapi kalau anda MENGERTI, tidak usah diminta, anda akan PERCAYA.
Mempunyai cara berfikir yg benar, sikap memandang kehidupan ini dengan benar, adalah syarat yg pertama menjadi seorang umat Buddha. Memang Berat! Tetapi itulah dunia ini sebagaimana adanya.

Penutup:
"Atana va sudantena, Natham Labari dullabham"
artinya:
"Setelah dapat mengendalikan diri sendiri dengan baik, seseorang akan memperoleh perlindungan yang sungguh amat sukar dicari."

Siapa yg bisa melindungi saudara, yg paling setia, yg tidak berkhianat, yg paling "save"/aman ? Yaitu PIKIRAN SAUDARA SENDIRI YANG SUDAH DILATIH. Karena itu dengan melatih diri sendiri, akan mendapat keuntungan yg sukar dicari yaitu pelindung yg setia.

Marilah kita siap menghadapi kenyataan, punyailah modal didalam batin yg kuat, tegar menghadapi apapun. Karena apapun yg ada atau yang terjadi, adalah tidak kekal.



Semoga bermanfaat.

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1992 on: July 03, 2009, 12:39:39 PM »
Sungguh suatu wejangan yang luar biasa dari YM. Sri Pannavaro Mahathera, memang demikianlah HAKIKAT HIDUP dan KEHIDUPAN yang sebenarnya. Kita semua dituntut untuk melakukan PERJUANGAN untuk MENEMUKAN JATI DIRI YANG SEBENARNYA, bukan MENGINGKARI JATI DIRI.

Dengan adanya PENGERTIAN-PENGERTIAN yang tertanam dengan BAIK dan BENAR, maka perjuangan hidup menjadi terarah dan terkonsentrasi.
Maka proses dari HAKIKAT HIDUP DAN KEHIDUPAN dimulai dengan :



Dibawah ini adalah artikel dari cerita dhamma



PERBEDAAN OMBAK BESAR DAN OMBAK KECIL

Jatidiri Kita yang Sebenarnya

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1993 on: July 03, 2009, 03:56:17 PM »
KEKUATAN LAHIRIAH

Alkisah terdapatlah seorang pekerja yang kalau setiap kali pergi dan pulang dari kerja harus melewati areal kuburan. suatu malam, saat pulang dari kerja, melewati areal kuburan, tiba-tiba dia terjerumus ke sebuah lobang yang dalam. dicobanya untuk naik, tapi tidak berhasil karena selalu tergelincir jatuh kembali. dalam hati dia berpikir, "terpaksa harus menetap semalam di dalam lobang ini hingga subuh besok mendapat pertolongan."

Sebentar kemudian, sialnya jatuh lagi seorang pejalan kaki yang ketepatan melewati areal sana. lubangnya besar nan gelap. dia juga berusaha untuk memanjat naik, tapi tetap tak berhasil. saat itu ada suara yang berkata (orang pertama tadi), "Bung! tiidak usah dipanjat lagi, lebih baik bermalam di sini saja."

Begitu mendengar ada suara yang berbicara kepadanya, berdiri bulu kuduk nya penuh ketakutan. dikiranya setan yang lagi berbicara dengannya. sangking takutnya, dia berusaha sekuat tenaga melompat dan memanjat keluar dari lobang itu, ternyata berhasil. setelah keluar, dia lari terbirit-birit.

PENJELASAN:
Seberapa besarkah kekuatan manusia yang terselubung itu? tak seorangpun yang dapat memastikannya. hanya saat kebutuhan mendesak, kekuatan lahiriah itu akan mengalir keluar, ada kalanya bisa semakin bijaksana. kalau seseorang dapat mendaya-gunakan kekuatan yang tersembunyi itu, hasil yang diperoleh akan amat bermanfaat.

Semoga bermanfaat

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1994 on: July 04, 2009, 09:58:46 AM »
Kadang-kadang kita menghadapi kehidupan dengan TIDAK ADA SEMANGAT untuk berjuang, jika tidak ada semangat berjuang maka kita diibaratkan sebagai PASIEN RUMAH SAKIT yang sakit parah. Padahal hidup dan kehidupan ini adalah tantangan, suka atau tidak suka PERUBAHAN ini tetap terjadi, bahkan sampai menuju ajal pun. Manusia yang mengetahui PENGERTIAN-PENGERTIAN YANG BAIK DAN BENAR akan tercerahkan.

Analogi cerita ini adalah kita adalah PASIEN YANG MENDERITA, tetapi POLA PIKIR yang berbeda akan memberikan hasil yang berbeda.

Cerita Dibalik Jendela

Dua orang pria, keduanya menderita sakit keras, sedang dirawat di sebuah kamar rumah sakit. Seorang di antaranya menderita suatu penyakit yang mengharuskannya duduk di tempat tidur selama satu jam di setiap sore untuk mengosongkan cairan dari paru-parunya.

Kebetulan, tempat tidurnya berada tepat di sisi jendela satu-satunya yang ada di kamar itu. Sedangkan pria yang lain harus berbaring lurus di atas punggungnya.

Setiap hari mereka saling bercakap-cakap selama berjam-jam. Mereka membicarakan istri dan keluarga, rumah, pekerjaan, keterlibatan mereka di ketentaraan, dan tempat-tempat yang pernah mereka kunjungi selama liburan.

Setiap sore, ketika pria yang tempat tidurnya berada dekat jendela di perbolehkan untuk duduk, ia menceritakan tentang apa yang terlihat di luar jendela kepada rekan sekamarnya. Selama satu jam itulah, pria ke dua merasa begitu senang dan bergairah membayangkan betapa luas dan indahnya semua kegiatan dan warna-warna indah yang ada di luar sana.

"Di luar jendela, tampak sebuah taman dengan kolam yang indah. Itik dan angsa berenang-renang cantik, sedangkan anak-anak bermain dengan perahu-perahu mainan. Beberapa pasangan berjalan bergandengan di tengah taman yang dipenuhi dengan berbagai macam bunga berwarnakan pelangi. Sebuah pohon tua besar menghiasi taman itu. Jauh di atas sana terlihat kaki langit kota yang mempesona. Suatu senja yang indah."

Pria pertama itu menceritakan keadaan di luar jendela dengan detil, sedangkan pria yang lain berbaring memejamkan mata membayangkan semua keindahan pemandangan itu. Perasaannya menjadi lebih tenang, dalam menjalani kesehariannya di rumah sakit itu. Semangat hidupnya menjadi lebih kuat, percaya dirinya bertambah.

Pada suatu sore yang lain, pria yang duduk di dekat jendela menceritakan tentang parade karnaval yang sedang melintas. Meski pria yang ke dua tidak dapat mendengar suara parade itu, namun ia dapat melihatnya melalui pandangan mata pria yang pertama yang menggambarkan semua itu dengan kata-kata yang indah. Begitulah seterusnya, dari hari ke hari. Dan, satu minggu pun berlalu.

Suatu pagi, perawat datang membawa sebaskom air hangat untuk mandi. Ia mendapati ternyata pria yang berbaring di dekat jendela itu telah meninggal dunia dengan tenang dalam tidurnya. Perawat itu menjadi sedih lalu memanggil perawat lain untuk memindahkannya ke ruang jenazah.

Kemudian pria yang kedua ini meminta pada perawat agar ia bisa dipindahkan ke tempat tidur di dekat jendela itu. Perawat itu menuruti kemauannya dengan senang hati dan mempersiapkan segala sesuatu ya. Ketika semuanya selesai, ia meninggalkan pria tadi seorang diri dalam kamar.

Dengan perlahan dan kesakitan, pria ini memaksakan dirinya untuk bangun. Ia ingin sekali melihat keindahan dunia luar melalui jendela itu.

Betapa senangnya, akhirnya ia bisa melihat sendiri dan menikmati semua keindahan itu. Hatinya tegang, perlahan ia menjengukkan kepalanya ke jendela di samping tempat tidurnya. Apa yang dilihatnya?

Ternyata, jendela itu menghadap ke sebuah TEMBOK KOSONG!!!

Ia berseru memanggil perawat dan menanyakan apa yang membuat teman pria yang sudah wafat tadi bercerita seolah-olah melihat semua pemandangan yang luar biasa indah di balik jendela itu.

Perawat itu menjawab bahwa sesungguhnya pria tadi adalah seorang yang buta bahkan tidak bisa melihat tembok sekalipun.

"Barangkali ia ingin memberimu semangat hidup," kata perawat itu.


Semoga bermanfaat


Hidup adalah tidak kekal, dengan menerima kenyataan APA ADANYA ini walaupun susah, maka menurut saya pribadi EMPAT KEBENARAN MULIA menjadi dasar PENGERTIAN BAIK DAN BENAR dalam menjalani kehidupan ini. Sehingga PERJUANGAN YANG BAIK DAN BENAR menjadi lancar dan berkesinambungan. Dan KEBAHAGIAAN menjadi bayangan hidup yang mengikutinya.

Beberapa pandangan baik mengenai KENYATAAN APA ADANYA dalam kehidupan :
  
Kebahagiaan datang jika kita berhenti mengeluh tentang
kesulitan-kesulitan yang kita hadapi, dan bahkan mengucapkan terima kasih atas kesulitan-kesulitan yang menimpa kita.

Waktu kamu lahir, kamu menangis dan orang-orang di sekelilingmu tersenyum  
Jalanilah hidupmu APA ADANYA sehingga pada waktu kamu meninggal, kamu tersenyum dan orang-orang di sekelilingmu menangis.

Jika  seseorang  mendengar dan memegang kebenaran sejati di  pagi  hari, orang itu dapat mati tanpa penyesalan di malam hari.

Semoga Bermanfaat juga
« Last Edit: July 04, 2009, 10:54:24 AM by CHANGE »

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1995 on: July 04, 2009, 12:36:15 PM »
Mungkin ini cerita yang patut direnungkan, bagaimana suatu keteladanan CINTA KASIH yang sangat TULUS. Kadang-kadang dengan sengaja atau tidak sengaja, kita memang telah kehilangan semangat untuk memberi CINTA KASIH dalam perjuangan. Tetapi lebih atau paling bersemangat mengembangkan KEBENCIAN dalam kehidupan, bahkan tidak diminta, kita seakan-akan  berlomba-lomba dengan bangganya dalam menciptakan ketidakharmonisan yang berakhir dengan kebencian dalam menentukan JUARA SATU ( egosentris). Mungkin saja ke DEWASA an berpikir dan berbuat yang masih harus ditingkatkan dan diperbaiki.

Kisah Nyata ini menyambung cerita diatas, yang menggambarkan SEMANGAT HIDUP YANG SEJATI dalam perjuangannya, Perjuangan mengembangkan CINTA KASIH atau WELAS ASIH. Jika sudah pernah baca, maka baca sekali lagi, sehingga benih cinta kasih bertunas kembali. Bahkan lebih bagus jika dibaca berulang-ulang setiap hari sebagai pupuk penyubur kehidupan dalam memberikan CINTA KASIH kepada sesama kita sebagai manusia.

CMIIW, mungkin inilah salah satu  bentuk KERELAAN atau DANA dalam arti sebenarnya dalam Buddhism, karena MELEPAS.

Kisah Gadis Bernama Yu Yuan

Kisah tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu kata terakhir yang ia tinggalkan adalah saya pernah datang dan saya sangat penurut.

Anak ini rela melepaskan pengobatan, padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000 dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia. Dan membagi dana tersebut menjadi tujuh bagian, yang dibagikan kepada tujuh anak kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela melepaskan pengobatannya.

Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya. Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin, maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya. Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10 imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar kartu kecil tertulis, 20 November jam 12.

Melihat anak kecil ini menangis dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal. Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan berkata, "saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan". Kemudian papanya memberikan dia nama Yu Yuan.

Ini adalah kisah seorang pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat patuh. Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan tumbuh dewasa.

Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain. Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh membuat papa menjadi sedih dan marah.

Pada saat dia masuk sekolah dasar, dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal yang susah untuk menguji papanya.

Setiap kali melihat senyuman papanya, dia merasa puas dan bahagia. Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia.

Mulai dari bulan Mei 2005 Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu juga mengerluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa. Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan.

Dokter yang melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas. Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar 300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya. Dengan berbagai cara meminjam uang kesanak saudara dan teman dan ternyata, uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan seorang pembeli.

Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih. Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir dikala kata-kata belum sempat terlontar. "Papa saya ingin mati". Papanya dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, "Kamu baru berumur 8 tahun kenapa mau mati". "Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya keluar dari rumah sakit ini."

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf, menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan berkata kepada papanya: "Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya lihatlah melihat foto ini". Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya. Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamakannya sendiri dan akhirnya menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu Negara bahkan sampai keseluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk menggalang dana bagi anak ini". Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap orang.

Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih semua orang.

Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan tetapi dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: "Yu Yuan anakku yang tercinta saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta."

Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali ke ibu kota. Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup. Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya. Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi akan mendatangkan mual yang sangat hebat. Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk menjadi anak perermpuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, "Anak yang baik". Semua orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email. Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan Yu Yuan.

Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah. Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah.

Pada tanggal 20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: "Tante kenapa mereka mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut. Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik hati". Yu Yuan kemudia berkata : "Tante saya juga mau menjadi orang yang baik hati". Wartawan itupun menjawab, "Kamu memang orang yang baik. Orang baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik". Yu yuan dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke Fu Yuan. "Tante ini adalah surat wasiat saya."

Fu yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri. Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri dengan selamat tinggal tante Fu Yuan.

Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan. Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan meninggal. Tolong,..... .. Dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta selamat tinggal kepada orang- orang yang selama ini telah memperhatikan dia lewat surat kabar. "Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya. Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya. Dan katakana ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal, biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya. Biar mereka lekas sembuh". Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi pipinya.

Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya. Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi kedunia berbahagia.

Dikecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan karangan bunga yang ditumupuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata dengan pelan "Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah.. ......... ...." demikian kata-kata dari seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis. Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Didepan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa. Diatas batu nisannya tertulis, "Aku pernah datang dan aku sangat patuh" (30 nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku, nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu, Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang pun terlukis diraut wajah anak tersebut. "Saya telah menerima bantuan dari kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan kamu pasti sedang melihat kami diatas sana. Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya dengan kata-kata "Aku pernah datang dan aku sangat patuh".

Kesimpulan:
Demikianlah sebuah kisah yang sangat menggugah hati kita. Seorang anak kecil yang berjuang bertahan hidup dan akhirnya harus menghadapi kematian akibat sakit yang dideritanya. Dengan kepolosan dan ketulusan serta baktinya kepada orang tuanya, akhirnya mendapatkan respon yang luar biasa dari kalangan Dunia. Walaupun hidup serba kekuarangan, Dia bisa memberikan kasihnya terhadap sesama. Inilah contoh yang seharusnya kita pun mampu melakukan hal yang sama, berbuat sesuatu yang bermakna bagi sesama, memberikan sedikit kehangatan dan perhatian kepada orang yang membutuhkan. Pribadi dan hati seperti inilah yang dinamakan pribadi seorang Pengasih.

Semoga Bermanfaat.

Semoga betul-betul bermanfaat untuk mengurangi dan mengikis kebencian kita dalam forum Ladang Tuhan ini.

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1996 on: July 06, 2009, 11:45:44 AM »
Saya yakin seyakin-yakinnya HATI NURANI kita semua tersentuh oleh kisah Seorang Gadis yang bernama Yu Yuan yang merupakan seseorang yang telah memberikan CINTA KASIH YANG TULUS  atau KERELAAN YANG TULUS kepada sesamanya. Karena memang dengan cinta kasih dan kerelaan yang tulus inilah maka keserakahan dan kebencian kita akan semakin berkurang, karena memang cinta kasih dan kerelaan inilah sebagai obatnya.

Jika kita setiap saat mengembangkan cinta kasih dan kerelaan dimanapun termasuk dalam forum ini, maka semua masalah kebencian dan keserakahan akan berkurang dengan sendirinya.

Semakin sering pikiran, ucapan dan perbuatan diisi dengan cinta kasih dan kerelaan, maka kita semakin berbahagia. Karena pikiran pada saat yang sama TIDAK BISA melakukan dua hal ( positif dan negative ) secara bersamaan. Artinya alam bawah sadar kita selalu merekam semua yang kita lakukan. Maka yang dominan dalam alam bawah sadar kita adalah yang terekam setiap saat tersebut. Kebahagiaan dan Penderitaan kita sebenarnya tergantung hasil rekaman dari pikiran, ucapan dan perbuatan tersebut. Kita akan menerima hasil dari rekaman tersebut berupa SEBAB AKIBAT.

Untuk menggambarkan suatu CINTA KASIH dan KASIH SAYANG yang TULUS atau TANPA PAMRIH ( tanpa ego ) adalah sebagai berikut : 

KEKUATAN SEORANG IBUSyair Karaniya Metta Sutta :


Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan
Untuk mencapai ketenangan
Ia harus mampu, jujur, sungguh jujur
Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong
 
Merasa puas, mudah dilayani
Tiada sibuk, sederhana hidupnya
Tenang inderanya, berhati-hati
Tahu malu, tidak melekat pada keluarga
 
Tak berbuat kesalahan walaupun kecil
Yang dapat dicela oleh para bijaksana
Hendaklah ia berpikir "semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram"
Semoga semua makhluk berbahagia
 
Makhluk hidup apa pun juga
Yang lemah dan kuat tanpa kecuali
Yang panjang atau besar
Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk
 
Yang tampak atau tak tampak
Yang jauh atau pun yang dekat
Yang terlahir atau yang akan terlahir
Semoga semua makhluk berbahagia
 
Jangan menipu orang lain
Atau menghina siapa saja
Jangan karena marah atu benci
Mengharapkan orang lain celaka
 
Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya
Melindungi anaknya yang tunggal

Demikianlah terhadap semua makhluk
Dipancarkannya pikiran kasih sayang tanpa batas
 
Kasih sayangnya ke segenap alam semesta
Dipancarkannya pikirannya itu tanpa batas
Keatas, kebawah dan kesekeliling
Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan
 
Selagi berdiri, berjalan atau duduk
Atau berbaring, selagi tiada lelap
Ia tekun mengembangkan kesadaran ini
Yang dikatakan

Offline Antony Lie

  • Penjelajah
  • *
  • Posts: 21
  • Gender: Male
  • Lord's servant
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1997 on: July 06, 2009, 12:27:04 PM »
Saya yakin seyakin-yakinnya HATI NURANI kita semua tersentuh oleh kisah Seorang Gadis yang bernama Yu Yuan yang merupakan seseorang yang telah memberikan CINTA KASIH YANG TULUS  atau KERELAAN YANG TULUS kepada sesamanya. Karena memang dengan cinta kasih dan kerelaan yang tulus inilah maka keserakahan dan kebencian kita akan semakin berkurang, karena memang cinta kasih dan kerelaan inilah sebagai obatnya.

Jika kita setiap saat mengembangkan cinta kasih dan kerelaan dimanapun termasuk dalam forum ini, maka semua masalah kebencian dan keserakahan akan berkurang dengan sendirinya.

Semakin sering pikiran, ucapan dan perbuatan diisi dengan cinta kasih dan kerelaan, maka kita semakin berbahagia. Karena pikiran pada saat yang sama TIDAK BISA melakukan dua hal ( positif dan negative ) secara bersamaan. Artinya alam bawah sadar kita selalu merekam semua yang kita lakukan. Maka yang dominan dalam alam bawah sadar kita adalah yang terekam setiap saat tersebut. Kebahagiaan dan Penderitaan kita sebenarnya tergantung hasil rekaman dari pikiran, ucapan dan perbuatan tersebut. Kita akan menerima hasil dari rekaman tersebut berupa SEBAB AKIBAT.

Untuk menggambarkan suatu CINTA KASIH dan KASIH SAYANG yang TULUS atau TANPA PAMRIH ( tanpa ego ) adalah sebagai berikut : 

KEKUATAN SEORANG IBUSyair Karaniya Metta Sutta :


Inilah yang harus dikerjakan oleh mereka yang tangkas dalam kebaikan
Untuk mencapai ketenangan
Ia harus mampu, jujur, sungguh jujur
Rendah hati, lemah lembut, tiada sombong
 
Merasa puas, mudah dilayani
Tiada sibuk, sederhana hidupnya
Tenang inderanya, berhati-hati
Tahu malu, tidak melekat pada keluarga
 
Tak berbuat kesalahan walaupun kecil
Yang dapat dicela oleh para bijaksana
Hendaklah ia berpikir "semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram"
Semoga semua makhluk berbahagia
 
Makhluk hidup apa pun juga
Yang lemah dan kuat tanpa kecuali
Yang panjang atau besar
Yang sedang, pendek, kecil atau gemuk
 
Yang tampak atau tak tampak
Yang jauh atau pun yang dekat
Yang terlahir atau yang akan terlahir
Semoga semua makhluk berbahagia
 
Jangan menipu orang lain
Atau menghina siapa saja
Jangan karena marah atu benci
Mengharapkan orang lain celaka
 
Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya
Melindungi anaknya yang tunggal

Demikianlah terhadap semua makhluk
Dipancarkannya pikiran kasih sayang tanpa batas
 
Kasih sayangnya ke segenap alam semesta
Dipancarkannya pikirannya itu tanpa batas
Keatas, kebawah dan kesekeliling
Tanpa rintangan, tanpa benci dan permusuhan
 
Selagi berdiri, berjalan atau duduk
Atau berbaring, selagi tiada lelap
Ia tekun mengembangkan kesadaran ini
Yang dikatakan

Manusia bisa mengasihi karena ada sumber yang menanamkan nilai2 kasih itu kedalamnya.Apa yg sang Buddha dapatkan tentu karena ada yg mengasihinya. Mungkin itu org tuanya, orang2 sekitarnya atau Tuhan pencipta seisi dunia ini? ;)
Bukankah segala sesuatu ada awal dan ada akhir? ;D
Jesus said, "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu" Yoh 13:14

Offline Farabi

  • L'Ters Elder
  • ***
  • Posts: 739
  • Gender: Male
  • Tuhan adalah Tuhanku
    • View Profile
  • Agama: Milata Ibrahim Hanif
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1998 on: July 06, 2009, 03:13:58 PM »
Change:
Saya izin copy-paste beberapa tulisan anda di tempat lain.
Inilah tuhanku, prosesornya buatan Intel dari USA, bodynya fiber optik buatan China, Motherboardnya buatan ASUS dari taiwan, OS nya Linux buatan orang seluruh dunia, saya merakitnya sendiri.


Inilah penciptaku.

Offline CHANGE

  • L'Ters
  • **
  • Posts: 473
  • Gender: Male
    • View Profile
Re: Mengenal Agama Buddha
« Reply #1999 on: July 06, 2009, 03:57:55 PM »
Change:
Saya izin copy-paste beberapa tulisan anda di tempat lain.

Silahkan, semoga bermanfaat juga bagi semuanya  ;D

Tags:
 


Recent Topics

Mengapa persembahan tidak diterima by T2Y
[Today at 01:37:11 AM]


Perintah Ilahi Dalam Quran by martabak
[Today at 01:10:01 AM]


Permainan 3 kata by T2Y
[Yesterday at 11:58:38 PM]


Intuisi by T2Y
[Yesterday at 11:57:30 PM]


Fai, Perampokan Non Muslim Yang Dihalalkan Dalam Islam by martabak
[Yesterday at 11:34:22 PM]


Atheis silakan bertanya di sini by bruce
[Yesterday at 11:27:28 PM]


Mohon Dukungan by T2Y
[Yesterday at 11:11:56 PM]


.:: Buku Absen dan Celoteh Bebas ::. by bruce
[Yesterday at 11:08:07 PM]


roh jahat yang dari pada TUHAN by BREAKDANCE
[Yesterday at 10:59:01 PM]


Nabi Muhammad Merebut Istri Dari Anak Angkatnya by martabak
[Yesterday at 10:57:42 PM]


Al Quran adalah Kata-Kata Allah? by martabak
[Yesterday at 10:50:26 PM]


Tuhan Tidak Hadir Di ICU by BREAKDANCE
[Yesterday at 10:40:15 PM]


Anak Ketua Hamas Menjadi Mata-Mata Israel by martabak
[Yesterday at 10:35:11 PM]


API Pen-SUCIAN. by bruce
[Yesterday at 10:29:43 PM]


Dear Diary by T2Y
[Yesterday at 10:28:30 PM]


Manusia - Manusia Yang Pernah Singgah di Neraka ! by BREAKDANCE
[Yesterday at 10:24:04 PM]


Buku Yesus Dan Muhammad by martabak
[Yesterday at 10:18:36 PM]


Perjamuan Suci yg tdk Alkitabiah by BREAKDANCE
[Yesterday at 09:57:49 PM]


Obama datang,ulama menentang by T2Y
[Yesterday at 07:23:22 PM]


Perbandingan member dan posting by neo
[Yesterday at 07:14:33 PM]


Siapa member LT favoritmu? by neo
[Yesterday at 06:56:54 PM]


Tayangan Khotbah 2010 Pdt Dr. Stephen Tong di 16 Stasiun TV secara serentak. by T.H.T
[Yesterday at 06:56:09 PM]


pengamatan heran by T2Y
[Yesterday at 06:54:19 PM]


EASY WORSHIP 2009 packing asli - MURAH by ricardo
[Yesterday at 06:47:39 PM]


ada yang punya daftar lagu-lagu pilihan rohani utk saat teduh by ricardo
[Yesterday at 06:39:50 PM]


Bukan masalah pertolongan Tuhan by greissia
[Yesterday at 05:00:39 PM]


Lanjutan daripada thread Kesalahan dalam bible 2 by petualang
[Yesterday at 03:14:32 PM]


Jiwa Berasal Dari Mana...? by whiteeagle
[Yesterday at 11:41:48 AM]


Bagaimana caranya supaya tidak bertengkar by Tuneko
[Yesterday at 11:19:27 AM]


TIPS RINGAN PRAKTIS (utk dikumpulkan disini ) by branie
[Yesterday at 11:07:37 AM]