Tayangan Khotbah 2010 Pdt Dr. Stephen TongDitayangkan serentak mulai 31 Januari 2010, setiap hari Minggu, Pk. 15.00 - 16.00 (seluruh kota disesuaikan dengan WIB).
Saluran TV yang akan menyiarkan:
- SUN TV Indovision Ch. 83
- SUN TV di Top TV Ch. 83
- SUN TV di OkeVision Ch. 101
- Deli TV Medan
- Minang TV Padang
- Sky TV Palembang
- Lampung TV
- Urban TV Batam
- TV 3 Jakarta
- IM TV Bandung
- Pro TV Semarang
- BMS TV Banyumas/ Purwekerto
- MH TV Surabaya
- MG TV Magelang
- BMC Denpasar Bali
- KC TV Pontianak
Adapun tema yang akan dibawakan:
- 31 Januari: Seminar Keluarga: Tahta Tuhan Dan Pengenalan Nilai Keluarga.
- 07 Februari: Seminar Keluarga: Tahta Tuhan dalam Relasi Suami Istri.
- 14 Februari: Seminar Keluarga: Tahta Tuhan dan Ordo Alam Semesta.
- 21 Februari: Seminar Keluarga: Tahta Tuhan Dalam Mengembalikan Kebahagiaan Keluarga.
- 28 Februari: Seminar Keluarga: Mazmuar 128, Gambaran Keluarga Bahagia.
- 7 Maret: Quo Vadis Pendidikan.
- 14 Maret: Quo Vadis Pendidikan.
- 21 Maret: Quo Vadis Pendidikan.
- 28 Maret: Quo Vadis Pendidikan.
Tema-tema selanjutnya:
- Siakah Kristus (3 Minggu)
- Pencurahan Roh Kudus (5 Minggu)
- Pengudusan Emosi (Sanctification of Emotions)
- Tujuh Kwalifikasi Yesus sebagai Juru Selamat Dunia
Jangan lewatkan tayangan acara ini! Harap disebarkan kepada rekan maupun saudara yang lain. Semoga menjadi berkat.
Profile Pdt. Dr. Stephen Tong:
Stephen Tong (
bahasa Tionghoa:

;
pinyin: Tang Chongrong) adalah seorang
pendeta Kristen yang dilahirkan di
Xiamen, provinsi
Fujian, Republik Rakyat Cina pada
1940. Ia kemudian menjadi warganegara
Indonesia dan saat ini tinggal di
Jakarta dan sejak usia 17 tahun telah dipanggil untuk menjadi
penginjil. Ia adalah salah satu tokoh teologi
Reformed terkemuka, mengadakan seminar-seminar di seluruh dunia secara teratur setiap tahun. Ia juga mendirikan
Stephen Tong Evangelistic Ministries International (STEMI) dan anggota
International Consultants of the Lausanne Committee of World Evangelization. Selain seorang pendeta, ia juga seorang
komposer,
konduktor,
artis, dan
arsitek.
Pdt. Stephen Tong selama 25 tahun mengajar
teologi dan
filosofi di
Seminari Alkitab Asia Tenggara di
Malang dan saat ini mengajar di
Sekolah Tinggi Teologi Reformed Injili Indonesia (STTRII) di
Jakarta yang ia dirikan. Ia telah menulis lebih dari 75 buku. Pada tahun 1990 ia mendirikan
Gereja Reformed Injili Indonesia (GRII), termasuk sebuah seminari,
Institut Reformed,
Jakarta Oratorio Society,departemen literatur, dan pusat penerjemahan teologi, serta pusataktivitas-aktivitas evangelistik, seminar, dan konseling. Pada tahun1996 Pdt. Tong mendirikan
Reformed Institute for Christianity and 21st Century di
Washington D.C.,
Amerika Serikat.
Ia dikenal sebagai pengritik keras
gerakan Karismatik,
New Age Movement,
Postmodernisme,
seni kontemporer,
psikologi,
budaya Barat,
budaya Timur,
filosofi, dan
teologi kemakmuran. Sebagai pendeta, ia memiliki pengetahuan luas di bidang
seni,
musik,
filsafat,
sejarah, dan
arsitektur. Ia telah menulis banyak lagu gereja, menulis banyak buku rohani dan merancang beberapa bangunan gereja.
Seminar-seminarnya diadakan di berbagai kota di Indonesia seperti
Jakarta,
Bandung,
Surabaya; dan di kota-kota mancanegara seperti di
Cambridge (
Massachusetts Institute of Technology),
Hong Kong (China Graduate School of Theology),
Taiwan (China Evangelical Seminary),
Singapura (Trinity Theological College), Westminster Theological Seminary, Reggent College, Columbia University,
University of California at Berkeley, Stanford University, University of Maryland, dan Cornell University. Ia menyampaikan kotbah dalam
bahasa Indonesia,
Mandarin,
dialek Fujian, dan
Inggris.
Latar belakang
Stephen Tong lahir pada 1940 di
Xiamen, provinsi
Fujian, RRC. Ayahnya berkebangsaan Cina dan ibunya seorang
Tionghoa Indonesia.Pada usia tiga tahun, ayahnya meninggal dunia. Keluarganya bermigrasi ke Indonesia ketika ia berumur 9 tahun. Orangtuanya memiliki tujuh anaklaki-laki (Tony, Yohanes, Petrus,
Caleb,
Solomon, ia sendiri,
Joseph),lima di antaranya menjadi pendeta Kristen, dan seorang anak perempuan(Maria). Pada usia 17 tahun, ia menyatakan tekad untuk mengabdi pada Kristus setelah mendengar sebuah khotbah oleh
Andrew Gih di sebuah
KKR di Surabaya.
Pendidikan
StephenTong memperoleh gelar Bachelor Degree in Theology (B. Th) dari Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) di Malang, Indonesia, di mana ia kemudian melayani di fakultas dan mengajar teologi dan filsafat selama 25 tahun. Pada tahun 1985, Stephen Tong dianugerahi gelar doktor kehormatan dalam kepemimpinan dalam penginjilan Kristen dari La Madrid International Academy of Leadership di Manila, Filipina. Pada bulan Mei 2008, ia menerima gelar kehormatan Doctor of Divinity dari Westminster Theological Seminary.
[3] 
Karir musik
Selain sebagai pendeta, Dr. Tong juga dikenal sebagai salah satu konduktor musik. Sejak kecil ia memiliki sensitivitas yang sangat tinggi terhadap segala bentuk seni, termasuk musik, lukisan, arsitektur, dan senipahat. Ia mengamati dan mempelajari seni-seni tersebut sejak kecilnya secara
otodidak.Ia telah menciptakan musik sejak usia 16 tahun dan memimpin oratoriosejak umur 17. Sejak saat itu ia telah memimpin oratorio dan musik gerejawi baik di
Seminari Alkitab Asia Tenggara maupun gereja-gereja yang ia layani.
Pada tahun 1986 ia mendirikan
Jakarta Oratorio Societyyang melakukan penampilan di Jakarta dan di kota-kota besar lainnya diIndonesia, Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Taiwan, dan Malaysia. Konser-konser tersebut dihadiri oleh ribuan orang dan mendapatkan sambutan yang positif.
Ia memecahkan rekor pada
1985 dengan menarik 27.000 pengunjung pada konser di tujuh kota (
Malang,
Surabaya,
Semarang,
Yogyakarta,
Solo,
Bandung, dan
Jakarta) untuk memperingati seratus tahun
J.S. Bach dan
G.F. Handel. Konser tur tersebut menuai banyak pujian dari berbagai kritikus dan pecinta seni.
Salah satu mimpinya yang baru terwujud adalah pendirian
Katedral Mesiasdi Jakarta pada tahun 2008, tepatnya di gedung Gereja Reformed Injili Indonesia pusat. Penyelesaian gedung tersebut diliput secara khusus oleh jurnalis mancanegara, termasuk dari
Reuters dan
Wall Street Journal.
Pada bulan Desember 2008, Dr. Tong kembali membuat rekor dengan menarik 9.000 pengunjung ke pagelaran musik lengkap
Messiah oleh
Handeldi Katedral Mesias. Ini adalah rekor penampilan musik klasik terbesar di Indonesia. Dalam acara tersebut Dr. Tong memimpin 200 orang lebih anggota koor dan orkestra Jakarta Oratorio Society.
Pada bulan Oktober 2009
Aula Simfonia Jakarta yang baru selesai dibangun di kawasan
Kemayoran didedikasikan untuk Tuhan dan seluruh pecinta musik klasik Indonesia dengan konser yang dipimpin oleh Dr.
Jahja Ling,
music director San Diego Symphony, dan Dr. Tong yang memainkan karya G.F. Handel
Organ Concerto in B flat major Op. 4 No. 6 HWV 294 dan
F.J. Haydn The CreationSumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Stephen_Tong